Saya ini bukan gadget freak. Kalau sudah pakai satu barang, ya akan dipakai teruuuusss sampai hampir jebol, yang artinya pasti sudah dipakai bertahun-tahun.
Seperti ketika saya punya HP yang terus berganti jadi smartphone, perubahan itu pasti terjadi dalam siklus kurang lebih 3 tahun.
Buku apa yang menjadi favoritmu di tahun 2014. Apakah kamu banyak baca buku di tahun kemarin?
Tim saya memberikan buku ini sebagai hadiah ulang tahun di awal tahun 2014. Saya langsung bersorak gembira saat itu, karena sudah berbulan-bulan saya sering browsing tulisan Lang Leav dan setiap ada kesempatan langsung menunjukkan kalimat-kalimat romantis itu ke rekan kerja saya. :)
Hehehe... Buku kedua dari Lang Leav. Tetap romantis dan bahkan kelihatan dari tulisannya, kalau hubungan si penulis dengan pria idamanya sudah semakin matang dan dewasa. Sukkaaa dengan puisi-puisinya walau lebih terasa magic buku pertama dibanding buku ini.
Susahnyaaaa dapat buku ini. Di Indonesia susah sekali. Cari-cari di toko buku import aja nggak ada. Sampai suatu hari ketika saya ngobrol dengan teman saya yang tinggal di Amerika dan tanpa sengaja saya menyinggung buku ini, teman saya langsung memesan The Whispering Skull di Amazon dan mengirimkannya langsung ke saya. Kebetulan saat itu saya berada di Atlanta. Benar-benar hadiah Natal deh... Thanks Oleeeee..
Sayang sekali, tahun 2014 bukan tahun buku bagi saya. Saya memang sering beli buku, minimal 1 buku setiap bulan.Tapi, kalau dihitung-hitung berapa banyak buku yang sudah selesai saya baca, waaaahh sedikit sekali. Apalagi kalau dihitung-hitung berapa banyak buku yang jadi favorit saya.
Setelah merenung-renung dan mengingat-ingat buku apa saja yang ada di tahun 2014, berikut daftar buku-buku favorit saya selama tahun 2014:
1. Love and Misadventure dari Lang Leav
Tim saya memberikan buku ini sebagai hadiah ulang tahun di awal tahun 2014. Saya langsung bersorak gembira saat itu, karena sudah berbulan-bulan saya sering browsing tulisan Lang Leav dan setiap ada kesempatan langsung menunjukkan kalimat-kalimat romantis itu ke rekan kerja saya. :)
Buku ini merupakan kumpulan puisi yang temanya cinta. Ada cinta tak sampai, cinta yang baru tumbuh, cinta yang hilang, cinta yang menguat, cinta yang penuh bahagia dan lain-lain. Sangat-sangat menyenangkan membacanya. Sampul muka buku pun menarik dan terkesan elegan. Likey me deeehhh.
2. Lullabies dari Lang Leav
Hehehe... Buku kedua dari Lang Leav. Tetap romantis dan bahkan kelihatan dari tulisannya, kalau hubungan si penulis dengan pria idamanya sudah semakin matang dan dewasa. Sukkaaa dengan puisi-puisinya walau lebih terasa magic buku pertama dibanding buku ini.
3. Blood of Olympus oleh Rick Riordan
Saya suka Percy Jackson. Saya naksir Percy Jackson. Setiap petualangannya saya tunggu banget banget. Dan senang sekali ketika buku ini muncul. Akhirnya seri Heroes of Olympus selesai juga. Rick Riordan pintar meramu sejarah, menambah wawasan saya tanpa terkesan memaksa. Tapi, satu yang saya greget dari buku ini, tidak ada cerita yang ditulis dari sudut pandang cowok yang saya taksir yaitu Percy. Dan kelihatan kekuatannya imbang banget antara semua demigods yang jadi tokoh sentral di buku ini. Saya inginnya Percy yang menonjol. Percy dan Annabeth. Hehehehe.
4. Gelombang-nya Dewi 'Dee' Lestari
Menunggu dengan sabar untuk buku ini. Langsung pre-order saat diumumkan sama si penulisnya. Dan saya memiliki buku yang langsung ditandatangani oleh Dee!!
Saya suka dengan Alfa Sagala si tokoh sentral, cerita kehidupan si Alfa, sejarah (asal muasal orang Batak) dan juga konfilik yang dialami tokoh utama.
Ugh... benar-benar nggak sabar untuk seri selanjutnya.
5. The Whispering Skull by Jonathan Stroud
Susahnyaaaa dapat buku ini. Di Indonesia susah sekali. Cari-cari di toko buku import aja nggak ada. Sampai suatu hari ketika saya ngobrol dengan teman saya yang tinggal di Amerika dan tanpa sengaja saya menyinggung buku ini, teman saya langsung memesan The Whispering Skull di Amazon dan mengirimkannya langsung ke saya. Kebetulan saat itu saya berada di Atlanta. Benar-benar hadiah Natal deh... Thanks Oleeeee..
Petualangan Lucy dan rekannya si Lockwood dan George benar-benar memikat. Sampai-sampai dalam penerbangan 21 jam dari Atlanta-Korea-Jakarta, saya tidak menonton film di pesawat tapi malahan membaca buku ini. Penasaraaaaannnn... Ayo dong, seri selanjutnyaaaaa.
Tuuuh, cuma 5 buku yang jadi favorit di tahun 2014. Semoga di tahun 2015 ini makin banyak buku yang saya baca sampai habis dan saya suka banget. S e m o g a...
Umur berapa kamu bisa menulis? Waktu SD, sebelum SD atau mungkin umur 3 tahun sudah bisa menulis nama sendiri?
Saya lupa kapan awal bisa menulis dan kalau cuma sekedar menulis sih memang gampang. Apalagi menulis abjad A sampai Z. Ya iyalaaahhh. Semua orang pun yang sudah belajar menulis dari kecil, pasti sudah ahli dalam menulis. Setidaknya menulis nama mereka sendiri:)
Kalau untuk hal seperti ini, bisa dikatakan 'MENULIS ITU GAMPANG'.
Tapi kalau lebih spesifik lagi, yang saya maksud dengan menulis adalah menghasilkan tulisan yang baik dari segi struktur, bahasa, pilihan kata, konten yang baik, membuat orang lain tertarik untuk membaca tulisan sampai habis dan dapat dipertanggunjawabkan.
Kalau cuma diminta menulis apa yang ada di pikiran masing-masing, mengeluarkan uneg-uneg dan kekesalam lewat tulisan mungkin memang gampang bagi sebagian orang. Tapi seberapakah dari sebagian orang tersebut mau dan bisa mempertanggungjawabkan tulisannya?
Kalau melihat fenomena sekarang ini, banyak sekali yang suka mencurahkan isi hatinya dengan tulisan yang di-upload ke media sosial. Sepertinya mudah sekali mereka menulis. Dan sepertinya mereka merasa PD, cuek dan bangga karena merasa keren banget tulisan yang mereka hasilkan. Padahal, hadoooh, kadang tata bahasa salah, tulisannya ngasal dan nggak jelas apalagi tanda baca sering salah tempat. Saya sendiri nggak jago nulis dan tata bahasa juga masih sering ngaco, tapi yang mereka lakukan lebih parah lagi. Malahan, jadi terkesan, di bangku sekolah apakah mereka nggak pernah dapat masukan dari guru kalau banyak kesalahan dalam tulisan mereka.
Seringkali, ini lah yang menjadi alasan bagi saya untuk takut-takut dalam menulis. Takut salah kata, salah tafsir, salah tulisan dan salah-salah lainnya. Akhirnya, sedikit sekali tulisan yang saya hasilkan dan menurut saya, belum ada tulisan bermutu yang saya hasilkan. Well, I know, at least I try to write.
Tapi saya bukan orang yang gampang menyerah. Saya ingin suatu hari nanti saya akan mengatakan kepada diri saya sendiri dan juga orang-orang terdekat saya:
1. Menulis itu gampang kok..
2. Menulis itu menyenangkan
3. Oyaaa.. saya punya tulisan yang sudah dipublikasikan di banyak media
4. Dsb dsb yang pasti akan membuat saya bangga :)
Saya yakin kalau punya keinginan kuat, pasti ada jalan. Kalau saya punya keinginan kuat untuk menulis dan menjadikan menulis itu gampang, maka akan ada jalan yang terbuka untuk saya.
Kuncinya simpel menurut saya: terus coba, belajar dari tulisan orang lain, evaluasi tulisan sendiri, sering-sering minta masukan dari orang lain dan terus coba.
Teruslah semangat menulis karena ada saja kemungkinan, seseorang terinspirasi dengan tulisanmu. :)
Semangaaat!!!
